Kisah Saya dengan KK ICB Bumi Putera

Saya tuturkan kisah saya dengan Kartu Kredit ICB Bumi Putera, semoga bisa cepat beres. Mohon bantuan doanya, Bros & Sis semua 😀

Ini email yang saya kirim tiga hari yang lalu, sampe sekarang belum dijawab. Melalui konfirmasi telpon yang saya lakukan, dikatakan bahwa sedang diproses oleh bank.bumiputera

 

http://id.icbbumiputera.co.id/gfx/tpl/logo.gif

 

Kepada Yth,
Ibu Ind*** ICB Bumi Putera
(ind***@icbbumiputera.co.id)
Di tempat.

Assalamu’alaikum wr wb. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Saya M. Hermawan Eriadi, pemegang Kartu Kredit Bank Bumi Putera no. 4267 5000 0180 xxxx, berlaku hingga 02/2013.
Beberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari bagian penagihan untuk melunasi tagihan saya sebesar 700 ribu lebih, yang berasal dari annual fee Rp. 500rb dan sisanya dari bunga yang dihitung sejak Januari 2013.
Saya menyampaikan komplain karena saya tidak mengetahui, tidak mendapat pemberitahuan baik mengenai tagihan annual fee maupun pemberitahuan lain terkait habisnya masa berlaku kartu kredit saya. Karena selama ini saya sangat jarang menggunakannya.
Dari infomasi disampaikan bahwa surat tagihan dikirim ke alamat penagihan, namun selalu kembali. Saya sampaikan seharusnya begitu surat kembali, kan langsung bisa mengontak saya baik melalui telpon, SMS, email, facebook, twitter dll agar bisa segera tersampaikan informasinya, namun hal itu tidak dilaksanakan. Baru pada beberapa hari yang lalu saya dapat telpon, itu pun dari nomor ponsel, bukan kantor Bumi Putera.
Selanjutnya saya menguhubungi call center dan diarahkan untuk menghubungi bagian collecting. Namun tampaknya jam kerja aktifnya sangat terbatas, hanya sekitar dari jam 10.00 hingga 16.00-an saja di hari kerja, sehingga baru pagi ini saya bisa menghubunginya.
Dari informasi yang disampaikan Ibu Mu***, bagian collecting yang menelpon balik saya menggunakan nomor ponsel 08159063214, 0815903232, 0815903116 disampaikan bahwa maksimal saya hanya bisa mendapatkan diskon penutupan maksimal 15%.
Namun saya bersikap bahwa seharusnya Kartu Kredit saya bisa ditutup dengan tanpa membayar sepeserpun. Dengan pertimbangan;
– Bahwa saya sama sekali tidak mendapat informasi akan adanya tagihan annual fee ke saya. Tidak sampainya surat ke alamat penagihan tidak diiringi oleh upaya lanjut berupa telpon, sms, email, facebook, twitter dan cara-cara lain yang dengan perkembangan teknologi informasi saat ini sangat mungkin dilakukan dengan mudah. Barulah setelah dua bulan lebih saya ditelpon bagian penagihan, dengan gaya-gaya dept collector ketika menagih.
– Bahwa saya tidak perlu membayar biaya annual fee untuk kartu kredit yang sudah habis masa berlakunya dan akan saya tutup.
– Seharusnya ada konfrimasi dulu apakah saya akan melanjutkan menggunakan kartu kredit dengan konsekuensi membayar annual fee atau menutup. Jika tidak seharusnya akan tertutup secara otomatis, bukannya malah keluar tagihan tahunan yang otomatisnya malah berbunga jika tidak ada konfirmasi. Saya kira ini telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang memerintahkan penyedia jasa mengkonfirmasi dan memberikan informasi yang menyeluruh sebelum membebankan biaya apapun kepada konsumen.
– Saya memiliki cukup pengalaman berinteraksi dengan beberapa penyedia jasa kartu kredit yang dapat lebih mudah memberikan pembebasan tanpa syarat jika ingin menutup kartu kredit karena keberatan dengan annual fee tanpa mekanisme yang rumit, memberatkan dan merepotkan.
– Meskipun pada akhirnya (semoga) saya berhasil mendapatkan pembebasan biaya, namun bagaimanapun saya telah mengeluarkan effort yang tidak sedikit baik waktu, tenaga, pikiran, emosi maupun pulsa. Oleh karenanya perlu kiranya pihak menajemen mempertimbangkan cara-cara dan prosedur yang lebih baik sehingga tidak memberatkan konsumen dan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

Oleh karena itu, saya meminta kepada Manajemen Kartu Kredit Bumi Putera untuk dapat membebaskan saya dari seluruh tagihan dan menutup kartu kredit saya.
Demikianlah, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Semoga Tuhan YME senantiasa merahmati kita semua. Amien.
Wassalamu’alaikum wr wb.

Jakarta, 22 April 2013
M. Hermawan Eriadi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *