#Leadership. Kepemimpinan Bagaikan Lari Marathon, Bukan Sprint

 

Dua kelas lomba lari yang paling terkenal adalah sprint (lari cepat) 100 meter dan lari maraton. Keduanya merupakan kelas lomba yang paling berlawanan dilihat dari spektrum jaraknya. Sprint terpendek 100 meter dan marathon terjauh 42.195 meter ( 26 miles, 385 yard). Sering sekali kita melihat para pemimpin bekerja dan bertindak dengan sense yang luar biasa dalam hal urgensi, bekerja lebih cepat, mencari setiap peluang kecil dan bertindak bagaikan kebakaran janggut.

Kita sebut saja leader seperti itu melihat kepemimpinan sebagai sprint.

Saya percaya kita harus berpikir tentang kepemimpinan dengan cara berbeda. Saya percaya kita harus melihat pekerjaan kita sebagai pemimpin dalam jangka panjang, menjaga semangat dalam perspektif dan selalu menjaga visi (big picture) dalam pikiran .

Kita sebut saja leader seperti itu melihat kepemimpinan sebagai maraton.

Mari kita lihat beberapa contoh .

 

Perspektif

Tugas kita sebagai seorang pemimpin adalah untuk menjaga gambaran besar (big picture) dalam pikiran setiap saat. Jika Anda mengendarai mobil dengan cara hanya melihat jarak dekat, maka mengemudi Anda akan menjadi tidak menentu, over- reaktif dan membahayakan. Demikian juga bagi para pemimpin seperti sprinter. Ketika kita hanya melihat yang dekat, kita akan bereaksi berlebihan, kita menggeser fokus kita terlalu sering, dan ini bisa berbahaya.

Di sisi lain, jika Anda selalu mengemudi dengan mata Anda bergerak dan melihat ke depan sejauh mungkin, Anda masih akan melihat apa yang terjadi di dekat Anda, tetapi akan terlihat dalam perspektif yang tepat untuk melakukan penyesuaian dalam pandangan jangka panjang .

Kepemimpinan bagaikan maraton.
Pembinaan

Jika kita memberikan masukan kepada orang lain bahwa mereka harus membuat laporan tepat waktu, tapi jika ia memiliki kebiasaan bekerja di akhir deadline dan yang penting selesai saja, kemungkinan akan memakan waktu lama untuk merubah perilakunya. Satu sesi pembinaan jarang bisa mengubah kebiasaan dan perilaku dengan segera. Pemimpin yang baik dan pelatih tahu bahwa kesabaran adalah suatu kebajikan yang sangat bernilai. Jika Anda ingin membuat seseorang tumbuh dan berkembang, Anda harus melakukannya secara konsisten dari waktu ke waktu – tidak dalam sekejap saja.

Kepemimpinan bagaikan maraton.

 

Menetapkan Tujuan (Goal Setting)

Sementara kita pastinya bisa (dan itu harus) memiliki tujuan jangka pendek, kebanyakan tujuan (goal) memiliki horison waktu yang lebih lama – bulanan, perempat bulan, tahunan. Pelari cepat menunggu sampai batas waktu tiba dan melakukan yang terbaik yang mereka dapat dalam waktu yang tersisa. Sedangkan yang saya tau, persiapan untuk membuat Anda sanggup mengikuti lari maraton adalah 26 minggu. Jika Anda ingin benar-benar mencapai setiap tujuan secara substansif dan berprestasi, Anda tidak bisa menjejalkan semuanya ke dalam dua minggu terakhir, dan Anda tahu itu.

Kepemimpinan bagaikan maraton .
Belajar

Kepemimpinan bersifat kompleks dan merupakan sesuatu yang kita belajar dan berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bukan dari satu workshop. Bukan dari satu buku. Bukan dari satu posting blog. Para pemimpin terbaik tahu bahwa cara bagi mereka dan tim mereka untuk mencapai goal mereka adalah secara konsisten berada di jalur pembelajaran dari semua sumber (termasuk kesalahan) setiap harinya.

Kepemimpinan bagaikan maraton.
Produktivitas

Apakah semua ini berarti kita tidak perlu rasa urgensi sebagai seorang pemimpin? Tidak sedikit pun. Sebagai pemimpin kita harus berpikir dan bereaksi cepat, merespon secara tepat dan menangkap momentum di hadapan, tetapi itu tidak berarti setiap hari harus diperlakukan seperti sedang sprint. Bahkan pelari maraton terbaik di dunia sekalipun mampu mengatur kecepatan lari mereka.

Orang-orang yang paling produktif memiliki rencana dan bekerja pada upaya jangka panjang secara konsisten, hari demi hari, minggu demi minggu. Mereka tahu ada waktu untuk berlari lebih cepat, dan mereka tahu bahwa mereka tidak bisa terus menerus sprint sepanjang perlombaan.

Anda tidak akan bisa, begitu pula tim Anda.

Para pemimpin terbaik tahu bahwa mereka berada dalam perlombaan dengan tim mereka untuk jangka panjang. Mereka melihat gambaran besar, membina dengan sabar, menetapkan tujuan besar, belajar terus-menerus, dan sangat produktif.

Para pemimpin terbaik melihat kepemimpinan sebagai maraton.

 

Penulis: Kevin Eikenberry

Terjemah Bebas: @Herm41

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *